Menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dilakukan tahun 2023, yang dikutip dari Kemenkes BPAFK Surakarta mengatakan jika kasus hipertensi masih tinggi di Indonesia. Yang mana, kasusnya mencapai 34% pada penduduk berusia 18 tahun ke atas. Namun, sayang, banyak penderita tidak mengetahui kalau mereka mengalami hipertensi karena sering terjadi tanpa gejala.
Apabila tidak ditangani, hipertensi berisiko menimbulkan komplikasi. Apa saja komplikasinya? Cek list-nya di sini!
Stroke
Hipertensi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke, baik stroke hemoragik (pecahnya pembuluh darah) dan stroke iskemik (sumbatan pembuluh darah. Hal ini terjadi karena tekanan darah yang terus-menerus tinggi, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah.
Kerusakan ini mengakibatkan aliran darah ke bagian otak menjadi terganggu bahkan menyebabkan jaringan otak rusak permanen. Inilah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya stroke. Untuk mencegahnya, sebaiknya jalani pola hidup sehat, rutin olahraga, kelola stres dengan baik, dan sebagainya.
Gagal Ginjal
Selain stroke, hipertensi juga dapat menyebabkan gagal ginjal akibat dari rusaknya pembuluh darah kecil di bagian ginjal. Kerusakan ini mengakibatkan terganggunya kemampuan ginjal dalam menyaring cairan maupun limbah yang berasal dari darah. Jika kondisinya berlangsung dalam jangka panjang, maka dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal.
Penurunan fungsi ginjal dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengendalikan tekanan darah. Ginjal yang mengalami kerusakan tentunya tidak mampu untuk menjaga keseimbangan garam dan cairan di dalam tubuh, sehingga menyebabkan tekanan darah menjadi meningkat. Makanya, perlu untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
Aneurisma
Tidak hanya itu, hipertensi berisiko memicu penyakit aneurisma. Aneurisma sendiri merupakan kondisi medis yang disebabkan karena terjadi pembengkakan dan pelebaran abnormal pada dinding pembuluh darah. Kondisi ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun seperti arteri perifer (leher), otak (aneurisma serebral), aorta (aneurisma aorta).
Hipertensi dapat mempercepat pembesaran aneurisma, meningkatkan tekanan di pembuluh darah, dan memicu pecahnya aneurisma, terutama ketika tekanan darah tidak terkontrol. Untuk itu, mengelola tekanan darah dengan baik dapat menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi aneurisma yang lebih serius.
Itulah dia beberapa komplikasi yang ditimbulkan akibat tekanan darah tinggi atau dikenal dengan hipertensi. Meski sudah ada banyak cara mengatasi darah tinggi, tapi tetap saja Anda harus menerapkan pola hidup sehat dengan perbanyak konsumsi buah dan sayur, hindari makanan berlemak dan tinggi kandungan garam, rutin olahraga setiap hari, kelola stres dengan baik supaya tekanan darah tidak naik.
