Banyak rumah yang menggunakan atap dak beton, baik sebagai atap rumah secara keseluruhan, maupun sebagai bagian variasi yang terkadang digunakan untuk kebutuhan membuat teras rooftop maupun tempat menjemur. Bentuknya yang datar dan kokoh, membuat atap ini memang bisa difungsikan sebagai berbagai hal.
Namun, sayangnya atap ini sering sekali mengalami satu masalah, yaitu bocor. Terkadang kebocoran memang tidak langsung menetes ke bawah saat hujan, tetapi menimbulkan noda rembesan air pada sisi bawah atap. Tentunya hal ini akan membuat tampilan atap menjadi tidak menarik.
Kebocoran pada atap dak beton bisa terjadi akibat beberapa hal berikut ini serta cara mengatasinya:
Kualitas plasteran kurang bagus
Kunci utama dari kebocoran yang terjadi pada atap dak beton adalah kualitas pembuatannya. Jika dari awal pembuatannya saja sudah tidak memenuhi standar, seperti komposisi bahan material yang digunakan tidak sesuai atau kualitasnya yang buruk, maka sudah pasti hasil atap yang dibuat juga akan tidak bagus.
Terlebih lagi, atap akan sering terkena perubahan cuaca yang ekstrem. Dari panas matahari tiba-tiba hujan. Hal ini bisa menyebabkan kualitas atap menurun akibat terjadinya pemuaian-penyusutan yang berlangsung cepat akibat perubahan cuaca. Jika kualitas atap juga buruk, maka kerusakan atap akan terjadi lebih cepat.
Adanya sumbatan pada aliran air
Saluran air merupakan hal wajib yang harus ada di atap. Sebab, tanpa adanya saluran air, maka air tidak akan bisa mengalir ke saluran pembuangan saat hujan. Terutama pada atap dak yang umumnya memiliki permukaan datar. Sayangnya, terkadang air tidak bisa mengalir karena adanya sumbatan. Genangan air ini bisa membuat kualitas atap menjadi cepat rapuh dan akhirnya terjadilah kebocoran.
Permukaan atap beton yang kurang sesuai
Permukaan atap beton harus berada dalam posisi yang datar. Jika terjadi kesalahan pengukuran hingga membuat permukaannya menjadi cekung, maka air dapat menggenang pada bagian yang cekung tersebut dan menjadikannya kolam kecil.
Tidak hanya mengenai sudut, ketika permukaan atap dibuat kurang halus, maka pori-pori permukaan atap akan cukup besar. Akibatnya air akan bisa dengan mudah masuk ke dalam pori-pori, sehingga menyebabkan terjadinya kebocoran. Untuk itulah, pastikan proses pembuatan atap dak dilakukan secara tepat dan sesuai dengan yang seharusnya.
Tidak adanya lapisan waterproof
Mengingat atap dak ini sangat rentan bocor, maka lapisan waterproof atau waterproofing menjadi hal yang wajib dilakukan. Tanpa adanya ini, maka air bisa dengan mudah masuk ke celah atau pori-pori atap. Namun, waterproofing akan mencegah masuknya air ke celah tersebut, sehingga mencegah kebocoran. Hanya saja, manfaat ini tidak bisa dirasakan jika proses waterproofing dilakukan secara tidak benar. Jadi, pastikan untuk memerhatikan prosesnya ya.
Itulah berbagai penyebab atap dak beton mudah bocor serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat ya.
