Saat pertama kali dirilis pada tahun 2021, Squid Game langsung menjadi fenomena global. Drama asal Korea Selatan ini tidak hanya mencetak rekor jumlah penonton di Netflix, tapi juga mengubah cara dunia memandang drama Korea. Jalan ceritanya yang menegangkan, visual yang unik, serta kritik sosial yang tajam membuat Squid Game digemari oleh penonton dari berbagai negara.
Empat tahun berlalu, dan kini di tahun 2025, muncul pertanyaan yang menarik: apakah Squid Game masih menjadi fenomena besar seperti dulu? Apakah drama ini masih relevan di tengah banyaknya tontonan baru yang terus bermunculan? Dalam artikel dari drakorkita ini, kita akan membahas perjalanan Squid Game, pengaruhnya yang masih terasa hingga hari ini, serta bagaimana kelanjutan ceritanya tetap mencuri perhatian.
Mari kita lihat lebih dalam kenapa Squid Game belum juga kehilangan pesonanya.
Kesuksesan Luar Biasa di Musim Pertama
Sebelum kita membahas kondisinya sekarang, kita perlu mengingat kembali bagaimana Squid Game menjadi begitu viral. Drama ini menceritakan tentang 456 orang yang terlilit utang, lalu ikut serta dalam permainan mematikan dengan hadiah uang tunai dalam jumlah besar. Setiap permainan diambil dari permainan tradisional anak-anak Korea, tapi dengan twist yang mengerikan: yang kalah akan mati.
Konsep yang unik dan brutal ini langsung menarik perhatian penonton. Hanya dalam waktu beberapa hari setelah rilis, Squid Game menjadi serial paling banyak ditonton di lebih dari 90 negara. Karakter ikonik seperti Gi-hun, Sang-woo, dan Si Pengawal Merah Muda dengan topeng bulat-segitiga-kotak, melekat di ingatan penonton.
Tak hanya itu, serial ini juga melahirkan tren besar di dunia nyata: kostum Halloween, meme, video TikTok, bahkan inspirasi fashion dan game online. Squid Game bukan hanya serial, tapi menjadi bagian dari budaya pop.
Dampak Sosial dan Budaya
Salah satu kekuatan terbesar Squid Game adalah pesan sosialnya. Drama ini bukan sekadar tontonan penuh aksi, tapi juga kritik terhadap sistem ekonomi yang timpang, kesenjangan sosial, dan ketidakadilan dalam masyarakat. Karakter-karakternya berasal dari berbagai latar belakang — buruh pabrik, imigran, pengusaha bangkrut, hingga penipu ulung — semua digambarkan dengan sisi kemanusiaan yang kuat.
Banyak penonton merasa relate dengan kesulitan hidup yang digambarkan dalam serial ini. Inilah yang membuat Squid Game lebih dari sekadar hiburan. Ia menjadi bahan diskusi, analisis, bahkan kajian akademis di beberapa universitas dunia. Sampai hari ini, nama Squid Game masih sering digunakan sebagai referensi dalam pembahasan topik sosial dan ekonomi.
Kelanjutan Cerita: Musim Kedua yang Dinanti
Setelah kesuksesan musim pertama, Netflix mengumumkan bahwa Squid Game akan berlanjut ke musim kedua. Proses produksi berlangsung lama karena ekspektasi penonton sangat tinggi. Musim kedua akhirnya dirilis pada akhir tahun 2024, dan langsung menjadi topik hangat di seluruh dunia.
Di musim kedua, cerita berfokus pada perjalanan Gi-hun setelah ia memutuskan untuk tidak pergi ke luar negeri, melainkan kembali dan mencari tahu siapa sebenarnya di balik organisasi permainan mematikan itu. Serial ini semakin dalam mengeksplorasi bagaimana permainan dirancang, siapa yang membiayai, dan bagaimana sistem itu terus bertahan.
Musim kedua berhasil membawa ketegangan baru, memperkenalkan karakter-karakter kuat lainnya, dan tetap mempertahankan kritik sosial yang tajam. Banyak penonton menilai bahwa meski tidak se-“mengejutkan” musim pertama, musim kedua tetap menyuguhkan cerita yang kuat dan layak ditonton.
Masih Relevan di Tahun 2025?
Kini, di tahun 2025, Squid Game masih sering dibicarakan. Ada beberapa alasan utama mengapa serial ini tetap bertahan sebagai fenomena besar:
1. Cerita yang Tidak Basi
Tema utama Squid Game — perjuangan hidup, kesenjangan sosial, dan sistem yang kejam — adalah tema yang masih sangat relevan hari ini. Banyak negara di dunia masih bergulat dengan ketidaksetaraan dan tekanan ekonomi. Serial ini menjadi cermin bagi realitas masyarakat modern, dan itu membuatnya tetap terasa dekat dengan penonton.
2. Karakter-Karakter Ikonik
Gi-hun dan karakter lainnya masih menjadi perbincangan. Perkembangan karakter yang kompleks, serta dilema moral yang mereka hadapi, membuat penonton terus ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya. Banyak yang bahkan berharap akan ada spin-off atau prekuel yang menggali latar belakang para karakter.
3. Pengaruh di Dunia Nyata
Squid Game tidak hanya viral sebagai tontonan, tetapi juga mempengaruhi berbagai aspek lain — dari dunia fashion, game, hingga konten kreator. Konten bertema Squid Game masih terus bermunculan di media sosial, dan banyak acara TV, reality show, bahkan konser musik yang terinspirasi dari konsepnya.
Di tahun 2023, bahkan ada reality show berjudul Squid Game: The Challenge yang dibuat oleh Netflix, berisi peserta dari berbagai negara yang mengikuti permainan versi aman dari serial aslinya. Reality show ini membuktikan bahwa antusiasme terhadap Squid Game belum padam.
Kritikan dan Tantangan
Meski masih populer, Squid Game juga tak lepas dari kritik. Beberapa penonton merasa bahwa musim kedua tidak sekuat musim pertama. Ada yang mengatakan bahwa alur cerita menjadi lebih lambat, atau ada karakter baru yang tidak sekuat tokoh-tokoh sebelumnya.
Selain itu, keberhasilan musim pertama membuat ekspektasi sangat tinggi. Banyak penonton yang berharap musim-musim berikutnya bisa terus memberikan kejutan dan emosi seperti pertama kali mereka menonton. Tantangan besar bagi pembuat serial ini adalah menjaga kualitas cerita agar tetap kuat dan tidak kehilangan arah.
Namun, sebagian besar penggemar memahami bahwa kelanjutan cerita memang harus berjalan secara organik, dan bukan hanya mengejar efek kejut semata.
Masa Depan Squid Game
Banyak yang bertanya, apakah akan ada musim ketiga? Sang sutradara, Hwang Dong-hyuk, pernah mengisyaratkan bahwa ada rencana jangka panjang untuk cerita Squid Game. Fokus selanjutnya bisa saja bergeser ke sisi organisasi misterius yang menyelenggarakan permainan, atau menceritakan kisah dari sisi penjaga dan VIP yang belum terlalu dieksplorasi.
Bahkan, ada rumor bahwa Squid Game akan diperluas menjadi universe tersendiri, dengan spin-off dari karakter-karakter tertentu. Netflix pun tampaknya menyambut baik ide ini, mengingat tingginya minat global terhadap franchise ini.
Kesimpulan: Ya, Squid Game Masih Fenomenal
Jawabannya jelas: ya, Squid Game masih menjadi fenomena besar di tahun 2025. Meski sudah empat tahun berlalu sejak debutnya, kekuatan cerita, karakter, dan pesan sosial yang dibawanya membuat drama ini tetap relevan dan disukai. Musim kedua pun menambah dimensi baru yang memperkuat daya tarik serial ini.
Lebih dari sekadar tontonan menegangkan, Squid Game adalah refleksi dari dunia nyata — dunia di mana orang harus berjuang, kadang dengan cara yang menyakitkan, demi bertahan hidup. Drama ini menyentuh hati banyak orang karena ia tidak menghakimi, tapi justru menggambarkan sisi paling rapuh dari manusia dengan cara yang kuat.
Selama dunia ini masih dipenuhi ketidakadilan dan impian yang sulit digapai, Squid Game akan terus hidup — tidak hanya di layar, tapi juga dalam ingatan kolektif kita.
